AGII Prediksi Kapasitas Produksi Gas Industri Tumbuh 10%
ag1
Facebook
Twitter
Telegram

Surabaya – Produsen gas industri yang tergabung dalam Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) memprediksi kapasitas produksi gas industri tumbuh minimal 10 persen tahun depan.

Ketua Umum AGII, Arief Harsono mengatakan, pada tahun 1995 kapasitas produksi gas industri dalam negeri masih di kisaran 300 juta meter kubik (m3) per tahun. Jumlah itu meningkat menjadi 980 juta m3 pada 2010 dan saat ini telah mencapai sebanyak 2,4 miliar m3 per tahun. Artinya, dalam kurun waktu 7 tahun hingga 8 tahun terakhir, kenaikan kapasitas produksi mencapai 300 persen.

“Dengan pertumbuhan ekonomi nasional diatas 5 persen dan upaya pemerintah membangun infrastuktur seperti sekarang, kami prediksi akan ada tambahan kapasitas produksi minimal 10 persen pada tahun depan,” kata Arief di sela acara Konggres AGII ke-10 di Hotel Novotel Surabaya, Kamis (5/7).

Arief menerangkan, penambahan kapasitas produksi juga terkait konsumsi gas industri yang mengalami kenaikan sehingga meningkatkan daya serap produk gas industri anggota AGII yang saat ini mencapai 80 persen dari total kapasitas produksi 2,4 miliar m3 per tahun. Awal tahun depan, daya serap diprediksi akan meningkat menjadi 90 persen.

“Kalau sudah 90 persen, mau tidak mau produsen gas harus investasi baru dan itu waktu 2 tahun hingga 3 tahun untuk menambah pabrik baru dan menambah kapasitas produksi. Kami optimistis awal tahun nanti daya serapnya bisa 90 persen,” jelasnya.

Arief menyatakan, penambahan kapasitas produksi juga ditunjang upaya produsen gas industri untuk mengembangkan pasar terutama di wilayah Indonesia timur seperti di Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengembangan itu sejalan dengan meningkatnya kebutuhan gas industri di wilayah tersebut, seperti kebutuhan rumah sakit, industri skala kecil dan menengah baik di sektor pertanian maupun kelautan.

“Saat ini, untuk memasok kebutuhan gas untuk wilayah tersebut, produsen gas memanfaatkan fasilitas filling station. Kedepan, kita akan membangun pabrik produksi gas untuk menekan biaya pengiriman liquid gas,” tegasnya.

Menurut Arief, selain itu pengembangan pasar juga sejalan dengan target penambahan jumlah provinsi yang bisa dilayani gas industri. Saat, ini anggota anggota AGII berjumlah 30 perusahaan berskala besar dan kecil telah menjangkau 29 provinsi di Indonesia. “Harapan kami, kebutuhan gas industri untuk 34 provinsi sudah terpenuhi pada 2019 nanti,” tambahnya.

sumber: beritasatu